Pages - Menu

Kamis, 25 Februari 2016

Tak sekedar hati yang terluka, kecewapun muak melihatmu!

aku tak pernah mengharapkan mu tuk selalu berada di sampingku, karena ku tau rencana tinggalah rencana tergantung Tuhan yang mengijinkan, aku hanya tak ingin ada kebohongan, sejauh ini ku bebaskan kamu karena aku sangat menghargai semua kegiatanmu, usahamu untuk keluargamu, privasimu untuk berhubungan dengan semua orang di luar sana, itu karena aku peduli kebebasan tanpa batas di atas segala komitmen kita, karena ku rasa kita sudah cukup dewasa untuk berfikir tentang komitmen, yang harus selalu di jaga. tapi, kalo akhirnya begini ? apa salah aku tak bisa lagi bertahan ? apa salah aku pergi atas semua ketidakadilan dan kecurangan yang kau selalu anggap remeh ? aku ini siapa untukmu aku pun tak tau, benarkah aku wanitamu, atau hanyalah sebagian dari selingan di tengah kesendirianmu untuk mencari yang kau inginkan ? kamu tau ? ini terlalu pahit untukku, terlalu pahit untuk semua yg telah aku lakukan untuk kesempatan kedua yang ku berikan pada kita untuk merajut kembali hati yang sempat usai itu kembali lagi karena hati membawamu kembali disisiku dan hingga mampu membuatk berjuang pertahankan hubungan ini, pertahankan komitmen kita dan kepercayaanku padamu.. apa kau tak pernah merasa? apa memang disini hanya aku yang merasa ? sedikitpun hatimu tak luluh bahkan berusaha merayu meski hanya merajukpun kau enggan.. maka apa ini salahku ? salahku lelah dan akhirnya berfikir untuk pergi saja di atas ketidak di anggapan hati yang terluka yang juga karenamu nyatanya.. (011015-120216)