Pages - Menu

Selasa, 20 Agustus 2013

diamnya~

Yang senantiasa tidak bisa diam, tiba-tiba membatu tak bergerak ataupun beranjak.
Diam dan terus terdiam, hembusan angin deburan ombak seakan tak dihiraukan.
Karena tak akan membuatnya berpaling dan mulai lagi…
Mungkin memang benar, dia terlalu lelah, Lelah berlari, berjalan menyusuri jalan itu.
Kini yang dia tau hanya diam, tanpa mencoba kembali berfikir lagi, tanpa mau pedulikan sekitar.
Karena yang dia tau saat ini mungkin memang hanya sakit, simple tapi cukup membuatnya kelelahan.
Sakit yang merasuki jiwanya, yang berjalan menyusuri nadi mengikuti aliran darah yang menaktifkan seluruh tubuhnya untuk diam…
Menjadikannya perih yang biasa tapi membuatnya banyak berfikir keras hingga terdiam dan kelelahan, sampai iya tak bisa bahkan enggan beranjak, lemah dan kalah ?!
BUKAN ! semua sakit memang terasa tapi lebih sakit lagi jika berlarut, tertunduk dan enggan menengadahkan kepala, lebih ironis…
Sekarang menurutnya hanya masa pancaroba, sebelum akhirnya hujan menghapus lukanya dan di akhiri dengan mentari yang bersinar dengan hangatnya, dan memberi  senyuman berikutnya untuknya, yang lebih indah dan abadi sesuai janji :’) dan dia percaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar