Yang
senantiasa tidak bisa diam, tiba-tiba membatu tak bergerak ataupun beranjak.
Diam dan
terus terdiam, hembusan angin deburan ombak seakan tak dihiraukan.
Karena tak
akan membuatnya berpaling dan mulai lagi…
Mungkin
memang benar, dia terlalu lelah, Lelah berlari, berjalan menyusuri jalan itu.
Kini yang
dia tau hanya diam, tanpa mencoba kembali berfikir lagi, tanpa mau pedulikan
sekitar.
Karena yang
dia tau saat ini mungkin memang hanya sakit, simple tapi cukup membuatnya
kelelahan.
Sakit yang
merasuki jiwanya, yang berjalan menyusuri nadi mengikuti aliran darah yang
menaktifkan seluruh tubuhnya untuk diam…
Menjadikannya
perih yang biasa tapi membuatnya banyak berfikir keras hingga terdiam dan
kelelahan, sampai iya tak bisa bahkan enggan beranjak, lemah dan kalah ?!
BUKAN ! semua sakit memang terasa tapi lebih sakit lagi jika berlarut, tertunduk dan enggan menengadahkan kepala, lebih ironis…
BUKAN ! semua sakit memang terasa tapi lebih sakit lagi jika berlarut, tertunduk dan enggan menengadahkan kepala, lebih ironis…
Sekarang
menurutnya hanya masa pancaroba, sebelum akhirnya hujan menghapus lukanya dan
di akhiri dengan mentari yang bersinar dengan hangatnya, dan memberi senyuman berikutnya untuknya, yang lebih
indah dan abadi sesuai janji :’) dan dia percaya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar