Rasanya masih saja seperti mimpi, terlalu percayanya aku
padanya hingga sampai saat inipun aku masih merasakan perasaan tak percaya
ini... rasanya memaafkan saja mungkin aku bisa lakukan karena aku tak ingin ada
dendam dalam hidupku, tapi untuk melupakan sakitnya ? apa kabar ? ya Tuhan,
taukah rasanya? aku sadar mungkin ini
memang jawaban dari doa-doaku :’) tapi hati ini tetaplah hati manusia biasa,
aku memang tak menyalahkan takdir, memang aku yang salah karena seiring berjalannya waktu membuatku sampai hati
rasakan ini, dan akan membuatku terlalu munafik saat aku katakan aku tidak sakit hati, it's a real life, kenyataan hidup yang amat sangat menamparku, kau ya kau ! kau tak akan pernah tau rasanya jadi aku, kepercumaanku segala rasaku, pengorbananku, ketulusanku, tak berguna sama sekali membuatmu sedikit saja menjadi manusiawi, aku tak salahkanmu segalanya, mungkin memang ini juga salahku, yang membuat kamu terlalu dalam berada dalam hati, sampai akhirnya malah hanya menjadi belatung, yang perlahan tapi pasti menggerogoti, sampai akhirnya sakit lalu benar-benar hancur.. luka ini tetaplah luka, sakit dan amat perih, dan kenyataannya dalam hal ini aku yang rasakan, hanya Tuhan yang tahu akan ada apa di balik semua ini, tapi aku yakin aku pasti bisa kembali, kembali baik, kembali tersenyum tulus dan jalani hidup normal tanpa bayangan seorang "kamu" ! i'm gonna be okay :') please Allah ({})
Papaw's Words
untaian kata aneh dari otak gue..
Rabu, 09 Maret 2016
Kamis, 25 Februari 2016
Tak sekedar hati yang terluka, kecewapun muak melihatmu!
aku tak pernah mengharapkan mu tuk selalu berada di sampingku, karena ku tau rencana tinggalah rencana tergantung Tuhan yang mengijinkan, aku hanya tak ingin ada kebohongan, sejauh ini ku bebaskan kamu karena aku sangat menghargai semua kegiatanmu, usahamu untuk keluargamu, privasimu untuk berhubungan dengan semua orang di luar sana, itu karena aku peduli kebebasan tanpa batas di atas segala komitmen kita, karena ku rasa kita sudah cukup dewasa untuk berfikir tentang komitmen, yang harus selalu di jaga. tapi, kalo akhirnya begini ? apa salah aku tak bisa lagi bertahan ? apa salah aku pergi atas semua ketidakadilan dan kecurangan yang kau selalu anggap remeh ? aku ini siapa untukmu aku pun tak tau, benarkah aku wanitamu, atau hanyalah sebagian dari selingan di tengah kesendirianmu untuk mencari yang kau inginkan ? kamu tau ? ini terlalu pahit untukku, terlalu pahit untuk semua yg telah aku lakukan untuk kesempatan kedua yang ku berikan pada kita untuk merajut kembali hati yang sempat usai itu kembali lagi karena hati membawamu kembali disisiku dan hingga mampu membuatk berjuang pertahankan hubungan ini, pertahankan komitmen kita dan kepercayaanku padamu.. apa kau tak pernah merasa? apa memang disini hanya aku yang merasa ? sedikitpun hatimu tak luluh bahkan berusaha merayu meski hanya merajukpun kau enggan.. maka apa ini salahku ? salahku lelah dan akhirnya berfikir untuk pergi saja di atas ketidak di anggapan hati yang terluka yang juga karenamu nyatanya.. (011015-120216)
Selasa, 24 Juni 2014
I Miss You, Papa :'(
Inikah rasanya ditinggalkan sosok ayah dalam keluarga..
Semua hal sangat banyak berubah ya rob.. :’( bahkan jujur
kadang sampai sekarangpun sesak rasanya dada ini menerima semua kenyataan ini..
100hr sudah papa tinggalin aku n’ keluarga ini, masih terasa
amat teriris rasa hati ini menerimanya... rindu yang kadang datang seakan
mencekik dan membuat air mata ini lagi” terjatuh.. teramat susah dan tidak siap
hati ini terima semua kenyataan ini rasanya... meski doa tak henti ku kirimkan
pada papa seakan tak cukup membuatku tenang dan percaya bahwa ini kehendak
Allah dan bahkan malah yang terbaik buat semuanya :’( ya Allah ikhlaskan hati hamba terima
semua ini.. maafkan hamba yang kadang masih sering merasa bahwa kehendakMu ini
tak adil bagiku,, ku titip rasa cinta dan rindu ini padaMu ya robb.. semoga
papa akan senantiasa berada dalam tempat terbaikMu.. amin..amin.. ya robbal’alamin..
:’(
Jumat, 28 Februari 2014
Refrain by Afgan
If you ever see dear everything
That we have been thought another world
But if I could see and just one thing
If you're melody
If I were afraid
A story about you and me
What it really mean
I ran out pages
But if I could right
For just one moment
It will be forever
(*) Maybe I felt alone
Maybe I was afraid
To find that you're where is belong
And say the words I later say
(**) Now I try to remind this feeling
Who am I kill it
Who are you giving
You're the song that I won't stop playing
You're the part the keys with feeling
Singing it all over again
We got refrain.. You're my refrain..
(back to *)
(back to **)
Senin, 20 Januari 2014
Manusia Tanpa Dosa
Manusia tanpa dosa ya ?? wahh hebat :D (y) padahal jika ditarik dari trek record
anda, anda tak ubahnya dari manusia biasa teman, sama seperti aku, dia dan
mereka. jadi bisakah anda lebih sopan atas orang lain ? anda bukan Tuhan yang
bisa seenaknya menghukum orang lain. apa lagi dengan mulut anda, ingat teman
"ucapanmu adalah gambaran dari dirimu" saya bukan membela atau
mengiyakan kesalahan orang lain itu, tapi setidaknya anda bisa ingat tugas
manusia di muka bumi bukanlah untuk menjadi seorang penghukum hati orang lain,
kita itu sama terlepas dari segala apapun yang kita lakukan dan saya rasa anda
bukanlah orang yang buta akan aturan agamamu bukan ? atau bahkan malah
sebaliknya ??
Saya disini bukanlah bermaksud untuk menggurui anda yang maha
tanpa dosa, melainkan hanya ingin mengingatkan, tapi jika kata-kataku ini
merusak hati anda maka saya memohon maaf dan berarti seorang andapun
memang positif masih punya hati untuk
bisa merasakan bagaimana sakitnya orang lain itu atas kata-kata anda. sekelam apapun hidupnya di masa lalu, dan jikapun dosanya
tidak bisa di tolerir, bukankah agamamu tak pernah mengajarkanmu
untuk menyakiti hati bukan ? anda mesti ingat akan itu, karena aku yakin tak
ada orang jahat sampai kehati, dan saya rasa anda bukan orang yang kurang
pendidikan dan orang yang buta akan agama sampai tega melakukan hal sekasar itu
kepada orang lain J
Rabu, 25 September 2013
teringat kembali -__- entah ~~
Itu sama..
Membuat aku teringat tentang dia, sang pencuri
Meski usaha telah ku kerahkan, masih saja ada dia..
Dia yang amat unik, dia yang amat aneh, dan dia yang amat
indah..
Keindahannya tetap kurasa sangat berbeda sampai sekarang
Aku mencoba melupakannnya karena aku ingin bisa bebas dari
ketidak pastian sikapnya,
Tapi gagal kurasa, jika ku lihat orang yang sama itu maka
aku kembali ingat padanya,,
Padanya yang amat unik tapi kenyataan yang membuatku harus
beranjak
Beranjak menjauh dan menghilang saja, karena toh aku tidak terlihat olehnya ..
Ya setidaknya aku memang terlihat tapi tanpa beda, sama
dengan orang-orang lain, tak lebih dan mungkin malah kurang.
Aku sadari itu, meski hanya sepertinya, karena memang tak
pernah ku tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi rasaku mengatakan seperti itu.
Hanya dan hanya yang ada di ingatannya tentang ku itu, aku
sadari itu meski kadang jujurku ingin dia tidak “hanya” padaku, tapi insyallah
aku ikhlas tentang dia,, karena aku yakin dari Allah semua ini datang, semua
tentang rasa.. barakallah~~
aku pasti bisa, amin~~
Selasa, 20 Agustus 2013
diamnya~
Yang
senantiasa tidak bisa diam, tiba-tiba membatu tak bergerak ataupun beranjak.
Diam dan
terus terdiam, hembusan angin deburan ombak seakan tak dihiraukan.
Karena tak
akan membuatnya berpaling dan mulai lagi…
Mungkin
memang benar, dia terlalu lelah, Lelah berlari, berjalan menyusuri jalan itu.
Kini yang
dia tau hanya diam, tanpa mencoba kembali berfikir lagi, tanpa mau pedulikan
sekitar.
Karena yang
dia tau saat ini mungkin memang hanya sakit, simple tapi cukup membuatnya
kelelahan.
Sakit yang
merasuki jiwanya, yang berjalan menyusuri nadi mengikuti aliran darah yang
menaktifkan seluruh tubuhnya untuk diam…
Menjadikannya
perih yang biasa tapi membuatnya banyak berfikir keras hingga terdiam dan
kelelahan, sampai iya tak bisa bahkan enggan beranjak, lemah dan kalah ?!
BUKAN ! semua sakit memang terasa tapi lebih sakit lagi jika berlarut, tertunduk dan enggan menengadahkan kepala, lebih ironis…
BUKAN ! semua sakit memang terasa tapi lebih sakit lagi jika berlarut, tertunduk dan enggan menengadahkan kepala, lebih ironis…
Sekarang
menurutnya hanya masa pancaroba, sebelum akhirnya hujan menghapus lukanya dan
di akhiri dengan mentari yang bersinar dengan hangatnya, dan memberi senyuman berikutnya untuknya, yang lebih
indah dan abadi sesuai janji :’) dan dia percaya
Langganan:
Komentar (Atom)
